Melihat Dunia dari Perspektif Warga Jogja

pan_youtube

Sabtu, 13 April 2013

Arkeolog Temukan Bukti Situs Gunung Padang 10 Kali Luas Borobudur

Detik.Com - Arkeolog yang melakukan eskavasi di Situs Gunung Padang, Cianjur mendapatkan bukti signifikan. Gunung Padang merupakan sebuah bangunan besar yang luasnya bahkan 10 kali luas Candi Borobudur.

"Survei arkeologi yang dilakukan oleh Tim Terpadu Riset Mandiri berhasil menemukan sisi selatan situs Gunung Padang Cianjur. Tim yang mulai penelitian sejak Mei 2012 itu sebelumnya telah menemukan sisi utara, timur, dan barat situs," jelas Arkeolog Ali Akbar saat berbincang, Sabtu (30/3/2013).

Penemuan itu, lanjut Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia ini, semakin memperkuat kesimpulan tim bahwa luas situs itu minimal 15 hektar. Jika dibandingkan dengan Candi Borobudur, maka bangunan Gunung Padang minimal 10 kali luas Candi Borobudur.

"Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelum 2012, tim ini lebih fokus untuk menyingkap sekeliling bukit yang masih tertutup hutan dan semak belukar. Bagian atas bukit sejak tahun 1979 telah diketahui oleh masyarakat umum dan kemudian menjadi objek wisata. Struktur batu di bagian atas bukit membentuk undakan sebanyak 5 teras," jelasnya.

Melalui riset sepanjang tahun 2012 sampai sekarang, Tim Terpadu Riset Mandiri selain menemukan banyak struktur di bagian badan dan kaki bukit, juga menemukan adanya indikasi teras 6 di sisi utara.

"Setelah membersihkan semak belukar di sisi selatan, diketahui sisi ini juga disusun dengan batuan columnar joint dengan jarak yang cukup rapat. Berbeda dengan sisi lainnya yang memiliki tangga naik, di sisi selatan ini belum ditemukan tangga naik. Kemungkinan memang tidak ada tangga di sisi ini mengingat kemiringannya sangat curam dan di bagian bawah langsung berbatasan dengan sungai," tuntas pengajar di jurusan Arkeologi UI ini.


Share:

Senin, 01 April 2013

Kisah Wanita yang Di Pelihara Monyet

Liputan6.com, Yorkshire : Kisah hidup Marina Chapman, seorang ibu rumah tangga asal Yorkshire, Inggris sungguh luar biasa, beberapa orang bahkan menganggap tak masuk di akal.
Di usia 4 tahun, Marina mengaku dibius, diculik dari rumahnya di Kolombia, lalu entah bagaimana berakhir di
hutan hujan tropis. Ia lalu dirawat dan dibesarkan di kawanan Monyet Capuchin. Belajar bertahan hidup, memanjat pohon, dan tidur di dahan.
Seperti halnya Tarzan, Marina merasa berutang budi pada keluarga monyet yang merawatnya, yang "lebih manusiawi" daripada orang-orang yang menculiknya.
Kisah Marina diawali suatu hari di tahun 1954. Kala itu ia sedang asyik bermain di kebun rumahnya di Kolombia. Tak menyadari ada bahaya mendekat. "Tiba-tiba aku melihat kilatan tangan hitam dan kain putih, menutup wajahku. Saat aku merasa syok dan terteror, aku mencium bau bahan kimia kuat," kata dia seperti dimuat Daily Mail (30/3/2013).  Lalu, ia tak sadarkan diri. "Kupikir aku bakal mati."
Saat tersadar, Marina mengaku mendengar suara mesin. Ia sadar berada di bagian belakang truk. Dan tak sendirian. "Aku mendengar suara tangis yang sesenggukan. Ada anak-anak lain di sana, yang ketakutan seperti aku," kata dia.
Tak sempat berbincang Marina kembali tak sadarkan diri. Lalu ia merasa bumi berguncang, ternyata ia berada di gendongan seseorang pria yang berlari. Pria yang lain ikut berlari di sebelah mereka.
Dua pria itu membawanya ke hutan dan meninggalkannya di sana. Seorang gadis kecil, tak berdaya, di tengah hutan, melewati malam pertama sendirian.
Marina terbangun dalam kondisi ketakutan dan luar biasa lapar, ia menangis, namun tak ada satupun yang datang. Ia pun lantas kembali tertidur, dan saat terbangun monyet-monyet telah mengerumuninya.
Hidup Sebagai Monyet
Para monyet, sekitar 30 ekor, mengelilinginya. Satu di antaranya menghampiri dan memukulnya hingga terguling.
Penampilan yang berbeda membuat para monyet menginspeksinya -- menarik-narik bajunya dan menjambak
rambutnya. Marina meronta-ronta. "Aku berteriak, lepaskan aku! berkali-kali. Tapi monyet-monyet itu baru berhenti setelah menginspeksiku."
Lalu, suara jeritan mengagetkannya, seekor monyet menjatuhkan pisang yang ia bawa. Pisang itu masih hijau, belum matang.  Para monyet berpesta pisang, Marina pun ikut bergabung. Saking laparnya.
Lantas ia memutuskan untuk menghabiskan malam ketiganya di hutan bersama monyet. "Berada di sekeliling mereka membuatku merasa aman. Saat malam tiba, suara mereka membuatku nyaman."
Namun, ada juga pengalaman mengerikan, seperti saat Marina melihat kawanan monyet berkelahi dengan penyusup. Ia makin merasa kesepian karena hari demi hari tak ada orang yang menyelamatkannya.
Untuk membunuh sepi, ia menirukan suara monyet. Untuk menyenangkan diri dan agar merasa nyaman mendengar suaranya sendiri. Tak disangka para monyet merespon suaranya.
Marina pun makin mirip monyet. Makin sering menggaruk badannya yang jadi tempat hidup banyak binatang kecil, termasuk kutu.
Suatu hari ia  merasakan sakit luar biasa di perutnya, hampir mati rasanya. Gara-garanya ia memakan buah asam. Di tengah perasaan tak karuan, muncullah kakek monyet, yang menggoyang badannya dengan lembut, mendorongnya, dan memintanya ikut.
Susah payah berjalan dan berkali-kali jatuh, Marina menyusuri sungai berbatu. Perjalanan itu berakhir di sebuah genangan. Si kakek monyet mendorong kepalanya di cekungan itu. Khawatir bakal ditenggelamkan, Marina melawan sejadi-jadinya. Namun, saat melihat wajah kera tua itu, ia terkesiap. Binatang itu nampak tenang, tak marah. "Aku lantas beranggapan mungkin ia ingin menyampaikan sesuatu," kata Marina.
Si kakek memintanya minum air berlumpur itu. Setelah minum dalam jumlah besar, Marina ambruk, terbatuk, dan memuntahkan banyak cairan asam dari lambungnya.
"Pengobatan" itu berhasil. Perlahan Marina berjalan ke kawananya. "Kakek monyet nampak puas dengan usahanya, berbalik, lalu kembali ke pohonnya," kata dia. Sejak itu, sikap si kakek berubah, dari acuh dan curiga, menjadi pelindung sekaligus temannya.
Lambat laun Marina berbaur dengan teman-temannya. Memberi mereka nama: Spot yang energik, Brownie yang lembut dan pengasih, Tip yang pemalu. Juga sahabatnya, Mia yang juga pemalu.
Setelah merasa diterima, ia belajar memanjat pohon. Otot-ototnya makin kuat. Saat sampai di sarang di puncak pohon untuk kali pertamanya, para monyet acuh saja. Merasa kehadiran Marina di teritori mereka sebagai hal wajar.
Marina kecil masih kerap menangis sedih, terutama di malam hari, namun kebersamaannya dengan keluarga barunya membuatnya lambat laun melupakan kesedihannya.
Bertemu Manusia
Makin besar kemampuannya, makin kuat daya jelajah Marina. Hingga suatu hari ia menemukan sekelompok gubuk. Memberanikan diri mendekat, ia bertemu dengan seorang ibu dan anaknya yang baru lahir.
"Perasaanku bergejolak melihatnya, merasakan perasaan yang dibutuhkan semua manusia: untuk dicintai. Namun saat melihat ke mataku, hanya ada ketakutan di wajah perempuan itu."
Perempuan itu lalu berteriak, membuat seorang pria berlari dari gubuk dan menangkap Marina. Pria itu lalu memaksa membuka mulutnya untuk memeriksa gigi-giginya. Tak ada yang runcing. Lalu melepasnya.
"Aku mencoba memohon padanya, minta makanan dan tempat tinggal, namun suara dan tindakanku lebih mirip monyet daripada manusia. Tanpa ragu, ia meninggalkan aku. Lalu, aku kembali ke hutan dengan perasaan terluka," kata Marina.
Hari itu, ia mendapat pelajaran berharga. Keluarga bisa ditemukan di mana saja, di mana kita merasa dicintai dan diperhatikan. Saat itu, ia menepis keinginannya untuk kembali ke kehidupan manusia. "Monyet, bukan manusia, adalah keluarga saya."
Kembali ke Peradaban
Kehidupan Marina yang mirip Tarzan berakhir setelah keberadaannya diketahui sejumlah pemburu.Pemburu itu itu menukarnya dengan seekor burung beo di tempat prostitusi, melarikan diri sebelum melayani lelaki hidung belang pertamanya, menjadi pemimpin geng anak-anak, dan berakhir di Bradford, Inggris.
Ia lalu diadopsi sebuah keluarga di Bradford, belajar menjadi koki, bekerja di National Media Museum, banting setir dengan berkarir membantu anak-anak bermasalah setelah menikah dengan ahli bakteri di tahun 1970-an. Kini Marina hidup tenang di Inggris dengan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya yang dulu tersembunyi saat ini diketahui dunia.
Share:

Rabu, 06 Maret 2013

17 Cara Pekerjaan Kantor Merusak Tubuh Anda

Mulai dari printer hingga keyboard, banyak bahaya mengintai di kantor yang memiliki efek nyata pada kesehatan fisik Anda. Apa saja?

1. Duduk di kursi Anda sepanjang hari
Duduk dalam waktu lama memiliki dampak sangat mengerikan bagi tubuh Anda. Sakit dan nyeri merupakan masalah yang umum — hal itu juga dapat menyebabkan kematian dini. Anda berisiko lebih tinggi mengalami gangguan otot tulang, obesitas, diabetes, kanker, penyakit jantung dan banyak lagi, meski jika Anda berolahraga secara teratur.

2. Membungkuk bahkan lebih buruk
Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk duduk sepanjang hari, lebih baik Anda menggunakan perangkat duduk yang memungkinkan Anda untuk meluruskan postur tubuh. Jika tidak, Anda berpotensi terkena penyakit kronis jangka panjang termasuk radang sendi.

3. Training untuk membangkitkan motivasi
Dalam rangka membuat karyawan menjadi bersemangat pada misi perusahaan, manajemen bisa mengadakan latihan team building atau pertemuan motivasi. Tetapi penelitian menunjukkan, memaksa orang untuk merasa positif terhadap sesuatu yang mereka tidak yakini, hanya akan "menyoroti betapa tidak bahagianya mereka" dan, pada akhirnya, justru membuat mereka lebih tertekan.

4. Kualitas udara yang buruk di ruang kerja
Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan "Sick Building Syndrome." Udara di dalam gedung bisa 100 kali lebih kotor dari udara luar. Anda bisa terkena berbagai gas dan bahan kimia yang tidak sehat. Ada polutan di AC, partikel beracun, bakteri berbahaya dan lumut yang terbang di sekitar Anda, terutama di gedung-gedung yang tidak diurus dengan baik.

5. Telalu banyak terkena paparan printer dan mesin fotokopi
Mesin fotokopi adalah sumber ozon yang mematikan jika penyaringnya tidak diganti secara berkala, dan bahkan jumlah kecil dapat menyebabkan nyeri dada dan iritasi. Printer laser juga punya efek yang sama, bersama dengan partikel toner yang bisa masuk ke paru-paru dan aliran darah, yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan penyakit lainnya.

6. Menghabiskan terlalu banyak waktu dengan laptop panas
Siapa pun bisa mengalami masalah kulit karena panas, apalagi  jika Anda menaruh laptop di pangkuan, bukan di meja atau dudukan laptop, tapi ada berita yang lebih buruk untuk laki-laki. Peneliti NYU menemukan bahwa laptop dapat meningkatkan suhu skrotum, yang akan memengaruhi jumlah sperma pria.

7. Bekerja lebih dari 10 jam per hari
Peneliti Eropa menemukan bahwa orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap hari memiliki risiko 60 persen lebih besar mengalami masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan angina.

8. Menatap layar komputer tanpa henti
Meskipun layar komputer tidak mengeluarkan radiasi, kelelahan dari menatap layar pada jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan mata, meskipun sementara. Di luar itu, Anda juga dapat mengalami sakit kepala dan migrain.

9. Terkena sinar terlalu banyak
Pencahayaan berlebihan dapat menimbulkan lebih banyak masalah dari sekadar sakit kepala biasa. Tubuh kita memperlakukan pencahayaan yang berlebihan sama seperti ketika gelap gulita, sehingga itu akan merusak jam biologis kita. Masalah kesehatan dapat mencakup tingkat yang sangat tinggi pada kelelahan, stres, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko karsinoma tertentu.

10. Merasa sangat, sangat bosan
Kebosanan dapat mempersingkat hidup Anda, menurut para peneliti. Sebuah studi University College London menunjukkan, orang-orang yang mengeluh bosan mempunyai lebih banyak kemungkinan untuk mati muda, dan mereka yang melaporkan tingkat kebosanan tinggi punya kemungkinan lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung atau stroke. Hal ini juga menempatkan Anda pada risiko tinggi pada kecelakaan kerja.

11. Keyboard kotor
Keyboard dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri jika tidak bersih. Ahli mikrobiologi menemukan bahwa keyboard bahkan bisa memiliki hingga lima kali lebih banyak bakteri dibandingkan dengan kamar mandi, dan termasuk bakteri yang berbahaya seperti E. coli — yang umumnya menyebabkan keracunan makanan — bersama dengan staphylococcus, yang menyebabkan berbagai infeksi.

12. Kuman di benda lainnya
Keyboard anda bukan satu-satunya sarang bakteri di kantor. Pintu dan kenop keran, pegangan tangga, lift dan tombol printer, berjabatan tangan dan masih banyak lokasi penuh bakteri. Mikroba ada di mana-mana, dan ada beberapa yang bahkan bisa membunuh Anda.

13. Terlalu banyak mengetik
Mengetik berlebihan merupakan penyebab paling umum dari carpal tunnel syndrome (CTS), yang merupakan kelelehan yang menyakitkan pada pergelangan tangan yang bisa merambat pada lengan Anda. CTS yang terlalu parah bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen dan pengecilan otot.

14. Deadline sempit
Anda stres ketika harus memenuhi tenggat waktu ketat, yang bisa memengaruhi kemampuan belajar dan ingatan Anda menurut Science Daily. Stres jangka pendek seperti ini bisa sama buruknya dengan stres yang berlangsung selama beberapa pekan atau bulan.

15. Menggunakan mouse Anda di tempat yang sama
Jika mouse Anda tetap di tempat yang sama sepanjang hari, Anda menjadi lebih rentan terhadap cedera akibat melakukan suatu kegiatan secara repetitif atau repetitive strain injury (RSI). RSI tungkai atas terjadi ketika tendon Anda menjadi lebih tegang dari yang seharusnya untuk jangka waktu yang lama, yang disebabkan karena pengulangan gerakan, posisi tidak nyaman yang terus dilakukan, atau menekan permukaan keras dalam waktu lama.

16. Penggunaan smartphone yang berlebihan
Orang yang menggunakan smartphone mereka untuk SMS dan email secara terus menerus rentan terhadap kelelahan otot dan "Blackberry Thumb," yang merupakan salah jenis RSI. Efeknya bisa menjadi sangat parah dan rasa sakit bisa menjalar ke pergelangan tangan Anda dan dapat melemahkan tangan.

17. Makan makanan cepat saji untuk makan siang
Sebagian besar pegawai kantor pergi keluar untuk makan siang yang tidak sehat sekali-sekali, tanpa menyadari bahaya negatif yang mengintai. Makanan cepat saji biasanya memiliki sekitar dua kali lipat kalori dibandingkan dengan makanan lain yang serupa dengan porsi yang sama, dan mereka memiliki banyak lemak teroksidasi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Share:

Lima Kota Ramah Lingkungan Masa Depan

RumahCom – Persamaan yang mencolok dari kelima kota berikut ini adalah semuanya ingin mengurangi bahkan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, membangun gedung ramah lingkungan, serta mempromosikan ruang hijau dan udara bersih. Pasalnya, kelima kota ini berambisi menjadi kota bebas emisi pertama di dunia!
Dilansir dari laman hijauku.com, kelima kota ini menciptakan sistem transportasi publik yang hemat energi dan mudah diakses,  menciptakan lingkungan kota yang ramah bagi pejalan kaki, serta membangun prasarana terstruktur yang memadukan fungsi tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat belanja.
Treasure Island, Amerika Serikat
Pada mulanya, pulau buatan seluas 1,5 km2 yang dibangun di tengah Teluk San Francisco ini dipakai untuk acara Golden Gate International Exposition pada 1939. Setelah pameran tersebut berakhir, lahan ini rencananya akan digunakan sebagai lapangan terbang. Namun sebuah proposal baru mengubah Treasure Island—bersama dengan pulau tetangganya yaitu Yerba Buena Island—menjadi salah satu lokasi paling ramah lingkungan di Amerika Serikat.
Proyek Treasure Island yang dimulai pada 2009 adalah proyek percontohan pembangunan kota ramah lingkungan di Amerika Serikat. Beberapa fasilitas yang diusulkan termasuk pembangunan gedung bersertifikasi LEED, pencegahan pembuangan air hujan, fasilitas pengolahan air alternatif termasuk pembangunan rawa-rawa buatan yang dijuluki Living Machines dan sistem transportasi bebas polusi.
Sebuah ladang organik perkotaan seluas 0,08 kilometer persegi akan dibangun dekat dengan pusat kota dan ditargetkan bisa memasok kebutuhan pangan 13.500 penduduk dengan produksi lokal. Pasokan energi berasal dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin, dan pada 2020, sebanyak 70% luas permukaan atap di kota ini akan ditutup oleh panel surya yang akan memproduksi sekitar 30 juta Kwh listrik setiap tahun.
Victoria, British Columbia, Kanada
Saat ini, kemampuan kota yang terletak di Pulau Vancouver bagian selatan ini menyerap karbon lebih besar daripada kemampuannya menghasilkan karbon. Data per Juli 2012 menunjukkan, karbon yang diproduksi dari kompleks industri, komersial, dan jalan tol di Victoria sekitar 27 juta ton per tahun. Sedangkan karbon yang berhasil diserap oleh vegetasi hutan dan fauna nyaris mencapai 56 juta ton per tahun.
Keberhasilan ini disumbangkan oleh proyek Dockside Green, yang menggabungkan ruang tinggal, komersial, industri kecil dan ruang hijau di lahan dekat dengan pelabuhan seluas 0,06 kilometer persegi. Anda tidak akan menemukan mobil terparkir di kota ini karena penduduk Victoria, dan Dockside Green, semua terlibat dalam program berbagi tumpangan. Mobil yang akan digunakan adalah mobil hibrida berbahan bakar ramah lingkungan.
Proyek Dockside Green juga akan membangun jalur bagi pesepeda dan pejalan kaki, fasilitas kapal ferry dan transportasi publik yang disubsidi oleh pemerintah. Pengelolaan energi dan sampah, semua dilakukan dalam kota. Seluruh limbah akan diproses di tempat, sementara air yang sudah didaur ulang akan digunakan untuk menyiram toilet dan tanaman. Energi hasil pengolahan limbah makanan akan dipakai untuk pemanas ruangan dan air.
Sherford, Inggris
Kota yang terletak di sebelah selatan Devon, adalah proyek rmaah lingkungan dari putera mahkota Inggris, Pangeran Charles. Kota ini menampung 12.000 penduduk dan direncanakan selesai pada 2020. Kota ini akan menggunakan teknologi dan rancang bangun ramah lingkungan tercanggih namun tetap mempertahankan ciri kota tradisional Inggris. Gedung-gedung akan dibangun menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dalam radius 80 kilometer, sementara air dan limbah akan didaur ulang.
Tempat tinggal dan perkantoran akan memaksimalkan fungsi atap, dengan dilengkapi panel surya dan vegetasi. Separuh energi yang dibutuhkan Sherforf akan dipasok dari sumber energi terbarukan, seperti panel surya dan turbin angin.
Tak lupa, kota ini juga akan didesain menjadi tempat yang ramah pejalan kaki dengan membangun perumahan, pertokoan ritel dan industri dalam jarak terjangkau, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menggunakan mobil. Pada praktiknya nanti, mobil akan dilarang dijalankan di beberapa wilayah kota ini, dan para pemilik rumah baru juga akan memeroleh sebuah sepeda gratis.
Dongtan, China
China adalah negara dengan tingkat polusi terparah di dunia. Namun di  Pulau Chongming, dekat Shanghai, kini tengah dibangun sebuah kota bebas karbon, bernama Dongtan. Di kota ini juga akan dibangun sebuah wilayah konservasi ekologis.
Pembangunan Dongtan yang ditargetkan dapat menampung 500.000 penduduk, akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sedikitnya 10.000 sampai 25.000 penduduk dapat dipindahkan ke kota ini. Dan prosesnya diharapkan selesai pada 2030.
Kota yang dirancang untuk menampung penduduk dari semua golongan ekonomi dan sosial ini, akan dibagi menjadi tiga wilayah bernama Marina, Lake, dan Pond. Sistem pertanian yang akan diadopsi menggunakan metode pertanian organik dan berkelanjutan.
Sistem energi yang akan digunakan adalah menggabungkan sumber energi surya, angin, biofuel, dan dari daur ulang bahan-bahan organik. Fasilitas transportasi publik juga akan menggunakan sel bahan bakar hidrogen. Uniknya lagi, hanya 75% dari wilayah Pulai Chongming yang akan dibangun, sementara sisanya akan digunakan untuk wilayah konservasi ekologis.
Masdar City, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
Kota Masdar yang berarti ‘sumber’ dalam bahasa Arab, menurut rencana akan menghabiskan dana sedikitnya USD22 miliar (hampir Rp213 triliun) untuk menjadi kota bebas karbon pertama di dunia. Proyek ambisius yang ditargetkan selesai dibangun pada 2016 ini rancananya dapat menampung 50.000 penduduk.
Masdar akan memanfaatkan tenaga surya, angin dan hidrogen sebagai sumber energi. Selain melarang penggunaan mobil berbahan bakar fosil, kota ini juga akan menyediakan sarana transportasi publik berupa rel ringan bertenaga listrik yang dapat diprogram.
Share:

Kamis, 21 Februari 2013

Asal Usul Perayaan Cap Go Meh


TRIBUNNEWS.COM,PONTIANAK--Menurut kombinasi 10 Tian Gan dan 12 Di Zhi dalam sistem penanggalan Imlek, etnis Tionghoa di Indonesia akan merayakan hari Cap Go Meh. Kata Cap Go Meh berasal dari dialek Tiociu atau Hokkien yaitu Cap Go itu lima belas dan Meh itu malam. Artinya malam kelima belas.
Sedangkan dalam dialek Hakka disebut Cang Nyiat Pan yaitu cang nyiat adalah bulan satu dan pan itu pertengahan sehingga berarti pertengahan bulan satu.
Sementara di negeri daratan Tiongkok, perayaan Cap Go Meh dalam bahasa mandarin disebut Yuan Shiau Ciek artinya festival malam bulan satu dan di negeri barat lebih dikenal sebagai Lantern Festival.
Budayawan Tionghoa Kalbar, Lie Sau Fat menyatakan, setiap hari raya warga Tionghoa, baik religius maupun tradisi budaya ada asal-usulnya yang diceritakan dari mulut ke mulut, legenda, berdasarkan buku dengan beragam versi, tergantung budaya, tradisi dan daerah masing-masing.
Menurut pria kelahiran 1932 yang lebih dikenal dengan nama XF Asali ini, Cap Go Meh memiliki dua versi. Versi pertama adalah Yuan Shiau Ciek yaitu satu di antara festival yang dirayakan sejak Dinasti Xie Han (206 SM-24 M) untuk menandakan berakhirnya perayaan tahun baru Imlek.
"Secara religius pada umat penganut Taoisme, Cap Go Meh dikenal sebagai San Yuan yaitu hari lahir Shang Yuan Thian Kuan atau Dewa Langit yang memberikan karunia pada manusia," ujarnya.
Sementara pada Dinasti Tung Han (25-220), oleh Kaisar Liu Chang, perayaan Yuan Shiau Ciek untuk menghormati Sang Buddha Sakyamuni yang telah menampakkan diri pada tanggal 30 bulan 12 Imlek di Daratan Barat, yang ditafsirkan sama dengan tanggal 15 bulan 1 Imlek di Daratan Timur.
Oleh karena itu, Kaisar juga memerintahkan rakyatnya sembahyang syukuran, arak-arakan, memasang lampion, dan atraksi kesenian rakyat pada malam hari tepatnya Cap Go Meh.
Asali memaparkan, perayaan tersebut berlanjut secara turun-temurun hingga sekarang diperingati masyarakat Tionghoa yang menganut Tri Dharma (Sam Kaw) sebagai hari raya religius umat Taoisme, Budhhis, dan Konghucu.
"Sedangkan untuk etnis Tionghoa lainnya dirayakan sebagai hari raya tradisi budaya Yuan Shiau Ciek atau Cap Go Meh atau Lantern Festival sesuai kondisi dan situasi masing-masing," tuturnya.
Sementara versi lainnya, menurut Asali adalah cerita rakyat pada Dinasti Tung Zhou (770 SM - 256 SM) yaitu para petani pada tanggal 15 bulan 1 Imlek memasang lampion yang disebut Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang perusak tanaman.
Petani saat itu juga melihat perubahan warna api dalam lampion (Ten Lung) yang dipercaya dari perubahan warna api dalam lampion pada malam itu dapat diketahui cuaca yang akan datang, yaitu apakah kemarau panjang atau lebih banyak hujan sepanjang tahun.
Dengan demikian, setiap tahun pada hari yang sama petani akan memasang lampion di sekeliling ladang. Setiap tahun semakin bertambah banyak lampion yang dipasang sehingga membentuk suatu pemandangan yang indah pada tanggal 15 bulan 1 Imlek.
"Memasang lampion selain bermanfaat mengusir hama, juga tercipta pemandangan yang indah. Sedangkan untuk menakuti binatang perusak tanaman ditambah segala bunyi-bunyian, bermain barongsai serta arak-arakan tatung sebagai tolak bala dan supaya lebih ramai," cerita Asali.
Menurut Asali, kepercayaan dan tradisi budaya tersebut berlanjut serta berkembang turun-temurun baik di daraytyan Tiongkok maupun di daerah perantauan di seluruh dunia sesuai kondisi dan situasi negara masing-masing, termasuk di Kalbar.
Terpisah, Sekretaris Panitia Cap Go Meh 2013 Singkawang, Bong Cin Nen mengatakan istilah Cap Go Meh adalah hari kelima belas bulan pertama yang pada tahun ular kali ini adalah yang ke 2564 jatuh pada hari Minggu (24/2).
Menurutnya Cap Go Meh yang memiliki dua versi terdiri dari versi para petani dengan versi orang intelektual. Versi petani Cap Go Meh menandakan perayaan Imlek telah berakhir, keesokan harinya sudah kembali ke ladang atau sawah untuk bekerja sehingga berakhirlah perayaan Imlek pada Cap Go Meh itu.
"Pada versi ini, menurut tradisi setelah Cap Go Meh akan masuk musim tanam atau musim hujan, sehingga disebut akhir perayaan Imlek," ujarnya.
Sementara versi intelektual, Cap Go Meh adalah sebuah perayaan yang ada nilai ritualnya di mana para tatung/loya atau dewa membuka kembali stempel para tatungnya yang telah ditutup pada tanggal 23 bulan 12 penanggalan Imlek atau sebelum perayaan Imlek sehingga setelah 15 hari dibuka kembali.
"Oleh karena itu, dianggap para tatung atau dewa turun atau kembali ke bumi sehingga perlu diadakan arak-arakan tatung," tutur Cin Nen.
Kendati demikian, perkembangan tradisi Cap Go Meh di Singkawang ada kaitannya dengan para tatung menjadi tabib menyembuhkan orang sakit. Penyembuhan orang sakit dilakukan dengan pemasangan altar disebut Ta Ciau dengan tujuan mengusir roh jahat dari perkampungan yang dilakukan dengan arak-arakan tatung.
Kebiasaan itulah yang dilakukan sampai sekarang, maka setiap ada festival Cap Go Meh dilakukan arak-arakan dengan harapan dapat mengusir roh jahat dari seluruh kehidupan masyarakat selama satu tahun. Dengan demikian, setelah perayaan Cap Go Meh dianggap dapat membawa keselamatan bagi kita semua.
Share:

Facebook Page

BTemplates.com

Pengikut